Fenomena Shrinkflation, Trik Penjualan Di Tengah Inflasi!

Fenomena Shrinkflation, Trik Penjualan Di Tengah Inflasi!

Ketika ekonomi pulih dari dampak epidemi Covid-19, inflasi mulai meningkat. Menurut IMF, inflasi di negara-negara kaya akan meningkat dari 3,9% menjadi 5,7% tahun ini, sedangkan di negara-negara terbelakang akan meningkat dari 5,9% menjadi 8,7%. Bersamaan dengan tingginya inflasi, akan muncul fenomena shrinkflation yang terjadi secara diam-diam di seluruh dunia.

Shrinkflation adalah jenis inflasi di mana perusahaan mengurangi kuantitas barang-barang, namun menjualnya dengan harga yang sama. Fenomena ini telah diamati di seluruh dunia dan terjadi pada beberapa produk. Produsen diam-diam memotong ukuran kemasan tanpa menurunkan harga secara menyeluruh. Hal ini terlihat mulai dari kertas toilet hingga yogurt, kopi hingga keripik jagung.

Contoh Shrinkflation

contoh shrinkflation

Salah satu paket tisu sederhana di Amerika saat ini berisi 60 tisu, dibandingkan beberapa bulan yang lalu, jumlahnya 65. Yoghurt Chobani Flips telah berkurang ukurannya dari 5,3 ons menjadi 4,5 ons.

Sedangkan produk minuman Nestlé telah mengurangi berat kaleng kopi Nescafe Azera Americano di Inggris dari 100 gram menjadi 90 gram. Sabun cuci piring Vim di India turun dari 155 gram menjadi 135 gram. Menurut beberapa orang, shrinkflation bukanlah fenomena yang baru. Namun, itu terjadi pada saat inflasi tinggi karena perusahaan berjuang dengan kenaikan biaya untuk bahan, pengemasan, tenaga kerja, dan transportasi.

Produsen memilih shrinkflation ini bukan tanpa alasan. Hal ini karena mereka tahu pelanggan tidak akan melihat kenaikan harga dan tidak akan melacak berat bersih atau detail kecil seperti jumlah lembar pada gulungan kertas toilet.

Bisnis juga dapat menggunakan teknik untuk mengalihkan perhatian dari penskalaan, seperti memberi label produk yang lebih kecil dengan label baru yang menarik. Inilah yang dilakukan Fritos. Kantong sendok Fritos berlabel “Ukuran Pesta” adalah 18 ons; beberapa masih tersedia di rantai grosir Texas. Namun, hampir setiap toko besar lainnya sekarang menawarkan label harga yang lebih tinggi untuk sendok Fritos “Ukuran Pesta” 15.5oz.

Baca Juga : FENOMENA PHK PERUSAHAAN STARTUP, MENGAPA BISA TERJADI?

Pengertian Shrinkflation

pengertian shrinkflation

Menurut Investopedia, shrinkflation adalah teknik mengurangi ukuran suatu produk sambil menjaga harga tidak berubah. Menaikkan harga dalam jumlah tertentu merupakan taktik yang dilakukan oleh perusahaan, khususnya di sektor makanan dan minuman, untuk meningkatkan atau diam-diam mempertahankan margin keuntungan dalam menghadapi kenaikan biaya produksi.

Penyusutan juga dikenal sebagai penskalaan paket dalam studi bisnis dan akademik. Aplikasi yang kurang umum dari kata tersebut adalah untuk menggambarkan situasi ekonomi makro di mana ekonomi jatuh ketika harga naik.

Shrinkflation adalah gabungan dari dua kata yaitu menyusut (shrink) dan inflasi. Metodi ini adalah jenis inflasi tersembunyi. Karena perusahaan menyadari bahwa pelanggan cenderung melihat kenaikan harga produk, perusahaan telah memilih untuk mengurangi ukurannya, meskipun penurunan kecil mungkin tidak terdeteksi.

Nah, itu dia informasi seputar Fenomena Shrinkflation, Trik Penjualan Di Tengah Inflasi!. Lantas, apakah trik ini dianggap menipu para konsumen? Bagaimana menurut Anda sebagai pembeli yang mendapatkan produk yang berkurang namun dengan harga yang sama?. Trik ini mungkin harus diterapkan sejalan dengan peristiwa inflasi pada biaya operasional perusahaan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *