Fintech Berkembang, Ini Dia Data yang Dicari, Bukan KTP!

fintech

Sumber daya yang paling berharga saat ini adalah data. Perusahaan yang menggunakan teknologi keuangan, atau fintech, adalah industri yang sangat bergantung pada data. Model bisnis apa pun, termasuk pinjaman peer-to-peer, pembayaran terlambat, pertukaran cryptocurrency, perbankan digital, dan teknologi finansial, masih memerlukan data untuk operasi sehari-hari.

Bukan hanya untuk memastikan bisnis mereka sukses. Regulator sektor keuangan juga mewajibkan perusahaan tekfin memiliki data terlengkap dan akurat. Ronald Molenaar, Direktur Pengembangan Bisnis Advance.ai, menggambarkan bagaimana perusahaan fintech menggunakan data untuk memproses pengetahuan pelanggan Anda secara digital.

Data Pengguna yang Dicari oleh Fintech

Fintech Berkembang, Ini Dia Data yang Dicari, Bukan KTP !

Perusahaan Fintech didorong untuk menggunakan teknik dan data alternatif untuk mengidentifikasi pengguna potensial, berbeda dengan model tradisional. Dalam bentuknya yang paling mendasar, teknologi keuangan membutuhkan informasi dari dokumen identitas yang dikeluarkan pemerintah seperti KTP, SIM, atau paspor. Namun, mereka menggunakan teknik verifikasi jarak jauh, yang biasanya mengharuskan pengguna untuk menunjukkannya ke kamera ponsel.

Namun, terlepas dari kenyataan bahwa teknologi keuangan sangat membutuhkan data ini untuk mengelola risiko, data KTP tidak terlalu dapat diandalkan, terutama data alamat. Menggunakan alamat, misalnya, saat menagih seseorang melalui pos atau secara langsung berisiko.

Untuk itu, menurut Molenaar, perusahaan teknologi perlu memiliki informasi alamat yang seakurat mungkin. Kini, lanjutnya, perusahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee memiliki informasi alamat yang paling akurat.

Tempat tinggal pemilik umumnya tidak lagi dicantumkan sebagai alamat pada kartu identitas. Informasi alamat e-niaga harus akurat karena pelanggan tidak ingin pembelian mereka berakhir di tangan yang salah.

Namun, perlu dicatat bahwa teknologi finansial ini tidak dapat secara langsung mengakses data perusahaan e-commerce, alih-alih, mereka hanya dapat memeriksa silang data yang dikirimkan pengguna dengan data yang disimpan oleh organisasi lain, termasuk perusahaan e-niaga.

Nah, itu dia informasi seputar Data yang dicari oleh Fintech. Keberadaan fintech kini sudah semakin menjamur. Tak disangka bahwa teknologi keuangan ini memang membantu keuangan masyarakat Indonesia. Namun, penggunaan solusi keuangan ini harus digunakan oleh orang yang bijak dan bertanggung jawab.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *