5 Tren Pemasaran Digital Tahun 2021 untuk Mempertahankan Bisnis Di Situasi Pandemi Covid-19

Dengan adanya pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu yang masuk ke Indonesia, membuat beberapa aspek ekonomi mengalami pergolakan. Beberapa perusahaan atau sektor ekonomi harus memikirkan apa yang akan terjadi 12 bulan ke depan. Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak pasti bagi semua aspek kehidupan. Akibatnya, beberapa pola yang diproyeksikan sebelum pandemi benar-benar tidak terwujud atau harus mengalami perombakan dengan berbagai modifikasi “terpaksa” yang mengubah aspek lingkungan pemasaran.

Hal ini terjadi pada penjualan e-Commerce meningkat secara dramatis, konsumen menghabiskan lebih banyak waktu secara signifikan di media sosial, dan konferensi video menjadi hal yang biasa. Dampaknya bagi industri marketing yaitu telah menghasilkan perubahan yang signifikan bagaimana sebuah “brand” berinteraksi dengan pelanggan mereka.

Tren pemasaran apa yang akan terus menyebar di tahun 2021 hingga nanti mendekati tahun 2022? Apakah akan berubah atau tetap sama? Berikut merupakan beberapa tren pemasaran yang dapat menjadi pertimbangan untuk mempertahankan bisnis di tahun 2021, yaitu: 

1. Peningkatan Konten Influencer dan Streaming Langsung

Banyak kegiatan harus dibatalkan sebagai akibat dari peraturan pemerinta untuk sementara tinggal di rumah, dan pelanggan tidak dapat menghadiri acara tatap muka. Mereka bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan teman dan keluarga mereka. Hal ini mengakibatkan terjadi peningkatan pada jumlah individu yang menonton streaming langsung, baik streaming langsung bermerek, video langsung dari selebritas favorit mereka, atau lokakarya online.

Terlebih lagi ketika pemerintah mengeluarkan peraturan pengetatan terhadap mobilitas masyarakat, maka penayangan atau siaran langsung di Facebook meningkat 50%, sementara pada platform media sosial Instagram meningkat 70%. Pada tahun 2020, penggunaan TikTok meningkat secara drastis, dan terus berlanjut pada tahun 2021.

Salah satu tujuan dari streaming langsung oleh influencer yaitu dapat membangun kepercayaan dan memanfaatkan koneksi ‘saat ini’ yang dicari pelanggan atau netizen. Selama acara langsung, influencer menggunakan platform untuk memasarkan produk favorit mereka. Selain itu, streaming langsung dapat dibeli, dan ini mengartikan bahwa memungkinkan para pemirsa atau netizen untuk melakukan pembelian sambil menonton siaran langsung. 

2. Sebuah Merek Harus Memiliki Niat Baik 

Keinginan untuk adanya sebuah transparansi adalah inti dari aspek ini. Konsumen tidak dapat terlibat dengan merek yang tidak mereka percayai atau tidak tulus dalam berjualan. Mengapa mereka ingin memasukkan uang mereka ke dalam sesuatu yang tidak mereka percayai atau percayai? Inilah sebabnya, pada tahun 2021, merek yang ingin tetap melebarkan sayapnya dalam bidang bisnis harus dapat dipercayai oleh masyarakat. 

Merek harus menggali lebih dalam dari sebelumnya untuk mengetahui cara berkembang di masa yang penuh tantangan ini. Hal ini dapat didukung dengan mengeluarkan program-program baik untuk membantu sesama di masa pandemi.

3. Menggunakan Konten Untuk Meningkatkan Pengalaman Konsumen

Konsumen mencari pertemuan yang sederhana dan mudah diingat dengan merek tersebut. Mereka menginginkan sebuah konfirmasi dari orang lain dan kepastian sebelum mereka membeli sebuah produk. Hal ini berlandaskan atas dasar bahwa pembeli tidak ingin membuat keputusan yang salah.

Dalam hal konten penghubung, User-generated content (UGC) atau konten buatan pengguna memiliki dampak positive, yaitu:

  • Ini membantu memperkuat dan membangun komunitas.
  • Ini relatable dan menginspirasi.
  • Hal ini memungkinkan bisnis untuk bertemu klien di mana mereka sudah berada.
  • Ini memungkinkan merek untuk menghasilkan lebih banyak konten dalam menghadapi instruksi stay at home dan batasan lainnya.

Merek secara tradisional menggunakan User-generated content (UGC) untuk membangun hubungan dengan pelanggan mereka dan memberikan bukti sosial, dan ini akan menjadi tren yang berkelanjutan.

4. Fokus Pada Keberlanjutan Jangka Panjang

81% pelanggan sangat percaya bahwa bisnis harus berkontribusi pada perbaikan lingkungan. Hal ini merupakan aspek yang tidak terduga. Banyak merek atau perusahaan yang sudah melangkahkan kakinya menuju ke arah pergerakan masa depan yang berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir, baik melalui bahan yang mereka gunakan, kemasan yang mereka gunakan, sistem mereka, atau apa pun.

Konsumen secara aktif mencari merek yang didorong oleh tujuan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan seiring isu mengenai planet yang lebih baik terus berlanjut. Karena dunia masih rapuh, sangat penting bagi merek untuk menegaskan kembali kelangsungan hidup jangka panjang mereka pada tahun 2021.

5. Konten Yang Mudah Dikonsumsi

Masyarakat umumnya bersandar pada materi atau konten yang mudah dikonsumsi pada tahun 2020, seperti podcast yang dapat didengarkan saat bepergian atau buletin yang dikirimkan langsung ke kotak masuk pelanggan. 

Menurut penelitian, 55% orang Amerika sekarang mendengarkan podcast, dan penyebutan dalam buletin meningkat 14% selama. Pengiklan juga membelanjakan lebih banyak kebutuhan untuk podcast, yang menunjukkan bahwa mereka akan terus sukses pada tahun 2021. Podcast dan buletin, merupakan salah satu konten yang nyaman dan dapat membantu sebuah merek terhubung lebih dalam dengan pelanggan. 

Banyak hal tak terduga yang terjadi di tahun 2020 lalu telah memaksa pebisnis untuk memikirkan kembali bagaimana mereka berinteraksi dengan pelanggan mereka. Penutupan toko dan peraturan untuk tetap di rumah, menyimpulkan bahwa masyarakat akan lebih banyak menghabiskan waktu  secara online. Akibatnya, merek terpaksa memperluas dan mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih berpusat pada manusia dengan pelanggan mereka.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *