5 Cara Meningkatkan Penjualan Di Kondisi Resesi Global

resesi ekonomi dunia

Pandemi sudah tiga tahun berjalan, namun nyatanya perekonomian masih mengalami guncangan. Oleh karena itu, diperlukan rencana yang matang sebagai cara meningkatkan penjualan di tengah kemungkinan resesi global. Pasalnya, perusahaan, termasuk brand dan pengiklan, kini tengah menghadapi dampak resesi global pasca wabah Covid-19.

Menurut Nielsen, 60% pakar di seluruh dunia meyakini Eropa akan mengalami resesi pada 2019. Selanjutnya, perkiraan sebelumnya pertumbuhan ekonomi global sebesar 4,6% telah direvisi turun menjadi 2,9%. Ini menunjukkan bahwa krisis ekonomi tidak bisa dihindari. Namun, bahkan dengan kemungkinan resesi di seluruh dunia, masih ada cara meningkatkan penjualan dengan benar.

Bagaimana konsumen menyesuaikan pengeluaran mereka untuk memperhitungkan inflasi dan lingkungan suku bunga tinggi saat ini merupakan indikator lain dari perubahan perilaku konsumen. Secara otomatis, merek dan pemasar mengadopsi perubahan perilaku ini.

Menurut data Nielsen Ad Intel, pasar periklanan AS menyusut 7% pada kuartal kedua tahun 2022. Ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan telah memotong pengeluaran iklan mereka atau berencana untuk melakukannya.

Tentu saja, menggunakan cara meningkatkan penjualan ini dapat membantu Anda meminimalkan efek resesi dan mendapatkan hasil maksimal dari uang pemasaran Anda. Dalam keadaan seperti ini, pengeluaran untuk anggaran pemasaran biasanya akan dibatasi karena perusahaan akan lebih berhati-hati ketika berinvestasi dalam inisiatif dan metode pemasaran di masa depan.

Tetapi ketika perusahaan berhati-hati, peningkatan pengeluaran pemasaran telah terbukti meningkatkan penjualan dengan signifikan, bahkan di masa ekonomi yang sulit. Taktik pemasaran apa yang kemudian dapat diterapkan untuk meningkatkan penjualan ketika resesi global masih mungkin terjadi?

Baca Juga :

10 MANFAAT KEAMANAN SIBER BAGI KEPENTINGAN BISNIS 

FENOMENA SHRINKFLATION, TRIK PENJUALAN DI TENGAH INFLASI!

5 Cara Meningkatkan Penjualan di Tengah Ancaman Resesi Dunia

cara meningkatkan penjualan

Berikut beberapa strategi marketing sebagai cara meningkatkan penjualan di tengah situasi dan kondisi ekonomi yang terpuruk. 

  1. Resesi saat ini bersifat sementara.

Satu hal yang perlu diingat saat menerapkan strategi untuk meningkatkan penjualan di tengah bahaya resesi global adalah bahwa hal itu tidak akan bertahan lama. Menurut Nielsen, 75% dari resesi berlangsung kurang dari setahun, sementara 30% berlangsung lebih dari dua kuartal.

Oleh karena itu, pengurangan pengeluaran hanya dapat bersifat sementara dan menghasilkan penghematan kecil. Sementara ini terjadi, beberapa perusahaan memotong pengeluaran dan memberikan penekanan 50% lebih besar pada ROI. Tentu saja, pengurangan anggaran apa pun dapat mengurangi ROI secara signifikan. Pada kenyataannya, perusahaan perlu memaksimalkan keuntungan maksimal dalam situasi seperti ini.

  1. Perusahaan perlu meningkatkan strategi media mereka.

Menurut Nielsen, perusahaan perlu berinvestasi pada saluran yang memiliki rekam jejak yang sukses dan mengoptimalkan strategi di berbagai media.

Bisnis dapat mengalokasikan pengeluaran untuk menjangkau audiens yang tepat dan efektif dengan menyeimbangkan strategi pertumbuhan penjualan mereka dalam menghadapi prospek resesi global.

Selama resesi, membeli media sebenarnya dapat membantu Anda menghemat uang. Media biasanya menurunkan harga iklan dalam situasi seperti ini, itulah sebabnya. Di sisi lain, saingan biasanya juga mengurangi iklan. Oleh karena itu, ini menjadi peluang bagi perusahaan untuk menjalankan kampanye yang berdampak lebih besar.

  1. Perhatikan perubahan konsumsi dan kirim pesan positif ke media.

Mengingat potensi resesi global, salah satu cara meningkatkan penjualan adalah dengan mengawasi perilaku pembelian konsumen. Perubahan pola pembelian konsumen dapat membuka prospek pertumbuhan baru untuk kategori produk tertentu.

Merek perlu menyesuaikan strategi media mereka dan cara mereka menyampaikan konten karena pelanggan lebih sensitif terhadap harga. Pesan positif tentang keadaan ekonomi dunia saat ini dapat membantu memperkuat nilai merek dan memastikan loyalitas pelanggan setelah resesi.

  1. Lakukan pemotongan anggaran dengan hati-hati

Menurut Nielsen, mengurangi belanja media hanya akan sedikit meningkatkan ROI. Di sisi lain, seiring perusahaan mengurangi iklannya, volume penjualan juga akan menurun.

Oleh karena itu, merek harus memastikan bahwa setiap pemotongan anggaran yang mereka buat sesuai dan bermanfaat sebelum menerapkannya. Salah satu pendekatannya adalah mengevaluasi saluran pemasaran. Akan lebih bijaksana untuk menjatuhkan saluran pemasaran jika hanya menghasilkan sedikit pendapatan.

  1. Jangan terlalu mengandalkan promosi

Taktik paling sederhana pada saat menahan pengeluaran konsumen mungkin untuk mempromosikan. Promosi, bagaimanapun, hanya mengajarkan konsumen untuk berbelanja secara teratur.

Penjualan dapat meningkat selama promosi, tetapi akan menurun setelah harga kembali normal. Nielsen menemukan bahwa memanfaatkan pemasaran media memiliki ROI 45% lebih tinggi daripada menjalankan strategi marketing dengan promosi.

Nah, itu dia informasi seputar 5 Cara Meningkatkan Penjualan Di Tengah Kondisi Resesi Global. Apapun tindakannya, menurut Nielsen, tindakan terbaik untuk meningkatkan penjualan dalam menghadapi resesi global adalah membelanjakan uang dengan lebih baik ketimbang tidak sama sekali Bisnis dapat kehilangan 2% dari pendapatan jangka panjang ketika merek tidak terlibat dalam pemasaran, dan dapat memakan waktu 3-5 tahun untuk menebus kerugian tersebut.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *