Gagal Tes Kraepelin? Ini 4 Alasan yang Bisa Jadi Pemicunya!

Gagal Tes Kraepelin Ini 4 Alasan yang Bisa Jadi Pemicunya!

Pernah mendengar tentang tes Kraepelin? Seseorang harus mengikuti tes psikologi ini sebagai persyaratan, biasanya saat melamar pekerjaan. Sebelum seorang kandidat dianggap memenuhi syarat untuk suatu posisi, tes ini menjadi tolak ukur hard skill mereka.

Ada berbagai tes yang digunakan dalam proses perekrutan melalui berbagai lowongan pekerjaan. Tes ini sebenarnya sangat sederhana untuk diselesaikan dan banyak yang mengklaim bahwa banyak orang menyukainya. Namun, jangan sepelekan ujian ini terlebih dahulu, lantaran banyak orang ternyata harus gagal ketika mengerjakan soal ini.

Pengertian Tes Kraepelin

Psikologi kerja memiliki cabang yang berasal dari abad ke-19 dan dikenal sebagai tes Kraepelin. Angka 0 sampai 9 dalam tes Kraepelin didistribusikan secara acak. Julukan untuk tes ini berasal dari nama penciptanya, seorang psikiater terkenal Jerman bernama Emilie Kraepelin.

Tes koran adalah nama lain untuk tes Kraepelin. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa lembaran kertas tempat angka-angka ini dicetak cukup lebar untuk menyerupai koran. Tes ini pertama kali dikembangkan oleh Emilie Kraepelin untuk membedakan antara orang normal dan abnormal. Namun, dengan evolusi tes Kraepelin, banyak perusahaan dan organisasi militer mulai menggunakannya untuk tujuan perekrutan dan penempatan.

Tujuan dari Tes Koran

tujuan tes kraepelin

Tes ini umumnya bertujuan untuk mengukur tingkat fokus subjek selama periode waktu yang telah ditentukan. Namun, tes ini memeriksa empat bidang yang berbeda.

  • Faktor daya tahan

Anda akan diminta untuk menyelesaikan penambahan dengan cepat dalam tes ini. Periode singkat ini akan mengevaluasi ketekunan dan keandalan Anda saat bekerja di bawah tekanan.

  • Aspek kehendak

Waktu terbatas dari suatu kegiatan memungkinkan Anda untuk menunjukkan seberapa termotivasi Anda untuk menyelesaikannya. Sebagian besar kegiatan ini melibatkan angka, operasi matematika, dan perhitungan pola.

  • Komponen estetika

Tes Kraepelin juga menilai emosi selain konsistensi dan motivasi. Dengan tes ini, Anda dapat mengetahui bagaimana suatu aktivitas menekan kemampuan Anda untuk mengendalikan emosi saat Anda bekerja.

  • Faktor penyesuaian

Tes ini akan mengevaluasi kemampuan Anda untuk beradaptasi dengan tugas yang dihadapi, mirip dengan tes ketahanan.

  • Komponen stabilitas diri

Auto Stabilitas adalah fitur terakhir yang dievaluasi oleh tes ini. Tes Kraepelin memiliki beberapa level yang digunakan untuk menilai seberapa stabil Anda saat melakukan tugas.

Baca Juga :

4 Alasan Tes Kraepelin Anda Gagal

4 penyebab gagal tes kraepelin

Tes hitung cepat yang masuk dalam kategori tes psikologi adalah Kraepelin. Tes ini berubah menjadi alat untuk mengukur dan mengidentifikasi anomali individu. Namun baru-baru ini, banyak perusahaan dan militer menggunakan sistem ini.

Peserta Tes Kraepelin diberikan serangkaian pertanyaan dasar penjumlahan yang melibatkan angka 0-9 secara berurutan. Dengan waktu kerja 30 detik per kolom, ada 40 kolom. Sebenarnya, mengikuti tes ini sangat sederhana untuk Anda. Namun, banyak orang saat ini tidak memenuhi syarat. Berikut adalah beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan.

  1. Terlalu Merendahkan

Mengingat prosesnya yang sederhana. Akibatnya, banyak kandidat meremehkan apa yang bisa diharapkan. Anda tidak boleh menganggap enteng masalah ini karena, jika kandidat tidak dapat mengendalikan keadaan, itu bisa membuat Anda lelah secara mental.

  1. Kurang Komprehensif

Faktanya, terlalu percaya pada semua jawaban tertulis Anda dapat berdampak negatif pada nilai ujian Anda. Kraepelin membutuhkan kehati-hatian dan ketekunan. Akurasi Anda sangat penting dalam ujian ini karena pertanyaan apa pun bisa menjadi jebakan.

  1. Terlambat

Saat melakukan Tes Kraepelin, waktu adalah titik referensi yang penting. Panitia biasanya mengalokasikan 20 menit. Kali ini akan dipecah menjadi beberapa tugas, dengan perintah yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan penyesuaian.

Biasanya, 4 menit pertama dihabiskan untuk mengisi identitas, dan sisa waktu dihabiskan untuk mengerjakan isu terkini. Banyak kandidat kehabisan waktu karena gagal dalam tes ini.

  1. Gugup dan Cemas

Kandidat sering mengalami rasa panik dan cemas ini. Khususnya bagi yang sedang mengikuti Tes Kraepelin, waktu hampir habis. Terkadang itu membodohi mereka dengan membuat mereka terburu-buru. Keadaan seperti itu hanya akan memperburuk keadaan. Tentu saja, kinerja otak terbatas. Akibatnya, banyak kandidat tidak mampu memberikan jawaban yang akurat.

Nah, itu dia pembahasan seputar Gagal Tes Kraepelin? Ini 4 Alasan yang Bisa Jadi Pemicunya!. Setelah membaca beberapa informasi diatas, semoga Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *